Semua selesai ..

Dilema remaja itu galau, kebanyakan galau tentang masalah percintaan mereka..

Termasuk aku, dulu..

Bahagia berlebihan, sedih berlebihan, segala sesuatunya berlebihan pokoknya.. sampai-sampai kalau sedih gak mau ngapa-ngapain, cuek sama sekitar dan diri sendiri.. pun sebaliknya kalau lagi bahagia..

Sekarang merasa waktu terbuang sia-sia, dulu kenapa aku begini, kenapa aku begitu, kenapa aku tidak begini, kenapa aku tidak melakukan itu dari dulu..

Yaang keluar dari mulut hanya sebuah sesal, karena dulu merasa terlalu bodoh bisa segitu mudahnya terpedaya, mengikuti nafsu hati dan pikiran. Mengiyakan segala mau yang dikatakan oleh nafsu, tanpa pikir panjang 😔

Sekarang, mau di sesalin sedalam apapun tidak akan merubah kenangan yang dulu.. yang bisa di ubah hanya masa depan, mau kamu apakan..

Apakah mau di buat seperti dulu, atau mau kamu perbaiki walaupun tidak akan mudah (karena sudah terlalu terbiasa mengiyakan nafsu), dan sekarang harus berusaha me-la-wan-nya.

Susah pasti, tapi bukan berarti tidak mungkin bisa terjadi.. Tuhan mau merubah nasib anakNya kalau dia sendiri mau merubahnya.. tapi sebaliknya, kalau kamu memikmati keadaan mu yang seperti ini, jangan berharap Tuhan merubahnya, karena kamu pun tidak mau berusaha untuk merubah itu semua.