Jangan pernah berhenti berdoa meskipun kamu tidak kuat lagi

Semua orang punya masalahnya masing-masing dan pandanglah Tuhan, jangan membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan/penampilan luar orang lain. Karena apa yang baik nampak diluar belum tentu baik kenyataannya.

Yesaya 41:13 Sebab Aku ini, Tuhan Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: ‘Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.’

Pasal ini ditulis selama tahun akhir hidup Yesaya. Allah menyatakan nubuat – nubuat ini supaya memberikan pengharapan dan penghiburan pada umatNya selama mereka tertawan di Babel selama 150 tahun sesudah jaman Yesaya. Coba kamu bayangkan, 150 tahun menderita dalam belenggu bangsa lain. Bukankah Allah telah memberikan kita kebebasan, Pantaskah kita untuk berkeluh kesah dengan masalah kita yang sekarang?

Apa yang menjadi bebanmu saat ini?
Apakah kamu sudah terlalu lama menantikan jawaban doa?
Apakah upayamu untuk menyelesaikan masalah malah menimbulkan masalah baru?
Apakah kamu ingin hidupmu berakhir?
Apakah sewaktu malam kamu rasa sudah menemukan jawaban tapi nyatanya kamu bimbang lagi keesokan harinya dan masalah itu terus ada?

Saya juga pernah mengalami hal ini. Firman Tuhan yang pernah saya dengar mendadak seperti peluru yang mengingatkan saya dengan pertanyaan, Maukah kamu membuka hatimu pada Tuhan dalam doa dan ucapan syukur? Lalu dalam Lukas 18:1 ‘Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.’

Saat kita berdoa mungkin kita tidak menemukan jawaban, tapi yang terpenting adalah perjumpaan kita bersama Tuhan, Allah yang berkuasa atas segalanya. Ia adalah Alpha & Omega, Ia bisa melakukan dengan sekejap apa yang kita bangun selama hidup kita karena tidak ada yang tidak mungkin jika Allah di pihak kita. Hapuslah air matamu, buanglah bebanmu dan datanglah padaNya.

 

Merry Christmas –